Sabtu, 30 Desember 2017

Hutang

Shalawat. Menyelesaikan Hutang. Diceritakan bahwa suatu ketika ada seorang pria yang terbelit banyak hutang di tengah kubangan kemiskinannya. Dulunya dia adalah orang yang sangat kaya raya namun jatuh bangkrut sampai terbelit hutang sana sini, hingga mencapai lima ratus dinar. Setiap hari, rumahnya penuh dengan orang yang menagih hutang. Akhirnya ia terpaksa pergi menjumpai seorang saudagar kaya untuk meminjam uang sebanyak 500 dinar. Setelah keduanya sepakat tentang kapan batas waktu harus mengembalikan uang tersebut, maka saudagar kaya itu memberinya. Tanpa berfikir panjang, uang tersebut diambil dan dibawa pulang untuk menyelesaikan seluruh hutang piutangnya. Hari demi hari berlalu, kondisi ekonominya tidak membaik, tapi justru bertambah sulit dan terpuruk, hingga tempo pembayaran hutangnya pun tiba. Begitu jatuh tempo waktu bayar hutang, sang saudagar kaya segera mendatangi rumah si miskin itu untuk menagih hutangnya, tapi tak ada sepeser pun uang padanya, bahkan jumlah hutangnya jauh lebih banyak dari sebelumnya. Diapun geram, lalu mengadukannya ke pengadilan, dan membawanya ke hakim. maka hakim itu mengancamnya dg vonis hukuman penjara bila dia tidak dapat melunasi hutangnya. Mendengar perkataan dan vonis tersebut, maka si miskin itu bangkit dan berkata : "Wahai tuan Hakim, berilah aku tempo waktu satu hari saja, aku akan pulang ke rumah untuk memberitahu hal ini kepada istri dan keluargaku, setelah itu, saya akan kembali lagi kemari untuk menjalani hukuman penjara." "Permohonanmu itu akan aku kabulkan, tapi apa jaminannya." Tanya hakim. "Jaminanya Baginda Nabi saw. Aku bersumpah, bila besok aku tidak kembali, maka saksikan aku bukanlah termasuk umat baginda Nabi saw baik di dunia maupun akherat." Jawab simiskin. Kebetulan hakimnya adalah seorang hamba yg sholeh, maka setelah dipertimbangkan, usulan tersebut diterima dan diizinkan simiskin itu untuk segera pulang untuk menemui keluarganya. Sesampainya di rumah, si miskin mengabarkan kondisinya kepada sang istri bahwa esok dirinya akan dipenjara, namun Rasulullah saw telah menjadi jaminannya sehingga aku diperbolehkan untuk pulang pada malam ini untuk menemuimu. Begitu mendengar ucapan sang suami, istrinya yg sholehah itu meneteskan air mata, seraya berkata,"Bila demikian adanya dan Rasulullah menjadi jaminannya, maka mari kita habiskan malam ini untuk bershalawat kepadanya, semoga dg barokahnya, Allah Swt memberikan jalan keluar terhadap masalah yg tengah menimpa kita pada saat ini. Maka mereka pun bershalawat kepada Rasulullah saw dengan rasa cinta dan ketulusan yang mendalam hingga mereka tertidur. Tiba-tiba dalam tidurnya mereka bermimpi melihat Rasulullah saw, beliau memanggil nama si miskin seraya berkata, "Hai fulan jika telah terbit fajar pergilah ke rumah si fulan pejabat yg sholeh, tolong sampaikan salamku padanya dan mintalah supaya ia menyelesaikan hutang piutangmu itu. bila dia tidak percaya, maka sampaikan 2 bukti ini. Pertama, katakan padanya bahwa setiap malam dia telah membaca shalawat untukku 1000 kali, dan dia terus istiqamah melakukannya tidak petnah berhenti. Yang kedua kemarin dia telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang dibacanya, Sampaikan kabar gembira kepadanya bahwa jumlah shalawat yg dia baca sudah sempurna. Seketika itu si miskin terbangun dan terkejut. Esok harinya dia segera pergi menuju rumah pejabat yg sholeh, sesampainya di sana dia langsung menyampaikan kepadamya mimpinya itu. "Wahai tuan, baginda Nabi saw telah menitipkan salamnya untukmu dan meminta agar engkau berkenan untuk menyelesaikan seluruh hutang piutangku." Begitu mendengar ucapan simiskin itu, dia tidak langsung mempercayainya, seraya berkata, "Apa bukti dari kebenaran mimpimu itu?" Ada dua hal, "sahutnya." Pertama, kata baginda Nabi saw bahwa dirimu setiap malam telah membaca shalawat untuknya 1000 kali, dan engkau terus istiqamah melakukannya tidak petnah berhenti. Yang kedua kemarin engkau telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang engkau baca, maka beliau saw memberi kabar gembira kepadamu bahwa jumlah shalawat yg engkau baca sudah sempurna.dan telah diterima olehnya. Mendengar ucapan simiskin itu, dia terharu dan menangis lagi menangis, lalu berkata, "Betul sekali apa yg kamu katakan itu." Karena begitu gembiranya, maka pejabat yg sholeh tersebut memberinya uang 500 dinar dari baitul mal untuk melunasi hutangnya dan ditambah lagi 2500 dinar dari harta pribadinya untuk si miskin itu sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikannya. Sambil menyerahkan uang tersebut kepada si miskin itu, dia berkata, " Ini semua aku lakukan demi untuk memuliakanmu dan sebagai ungkapan rasa terimakasihku kepadamu atas jasamu menyampaikan salam Rasulullah saw untukku." Begitu menerima uang tersebut, dia langsung bergegas pergi ke Hakim untuk menyelesaikan perkaranya dan melunasi hutangnya. Sesampainya di pengadilan, si Hakim itu justru segera bangkit dari kursinya untuk menghampirinya dan menyambut kedatanga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar